Niniseiki- Bentuk Pengabdian Mandiri Mahasiswa Sastra Jepang Unpad: Kolaborasi dengan Mitra-Universitas di Bandung

Pada hari Sabtu, 22 Februari 2025, mahasiswa Sastra Jepang UNPAD berkolaborasi dengan mahasiswa Sastra Jepang Universitas Widyatama untuk melaksanakan kegiatan Kodomo Shokudou tepatnya di depan Masjid Al Ma’mur Universitas Widyatama. Pihak Universitas Widyatama dan Unpad mengundang anak-anak dari RW sekitar Universitas Widyatama, dan memberi mereka makanan gratis berupa rice bowl dan minuman ice mango jelly. Anak-anak juga diajarkan sedikit budaya Jepang, yaitu mengatupkan kedua tangan dan mengatakan “itadakimasu” yang artinya selamat makan dalam Bahasa Jepang. 

Namun, sebenarnya apa itu Kodomo Shokudou? Kodomo Shokudou berasal dari kata bahasa jepang yaitu “Kodomo” yang berarti “anak-anak”, dan “Shokudou” yang mempunyai arti “kantin”. Kodomo Shokudou merupakan program kerja pengabdian masyarakat di mana anggota-anggota Niniseiki memberikan makan siang gratis untuk anak-anak yang tidak berkecukupan secara ekonomi. Sedangkan Niniseiki sendiri merupakan proyek kolaborasi mahasiswa Sastra Jepang UNPAD dengan mahasiswa Sastra Jepang dan Pendidikan Bahasa Jepang dari berbagai universitas di Bandung. 

Niniseiki merupakan singkatan dari “Ni Jū Ni Seiki no Tame no Yūjō Keikaku”, yang berarti “Proyek Persahabatan Bandung-Shonan Abad ke-22.” Proyek Niniseiki bekerja di bawah dan mendapat sponsor dari Yayasan Shonan-Asia yang dipelopori oleh Bapak Minoru Wagai, seorang guru dari Prefektur Kanagawa, Jepang, yang memiliki mimpi besar untuk menciptakan perdamaian di dunia agar tidak terjadi lagi perang, terutama perang yang menggunakan senjata nuklir. Kegiatan Niniseiki saat ini didampingi oleh salah satu dosen Sastra Jepang Unpad, Dr. Puspa Mirani Kadir MA.

Kini, proyek Niniseiki bekerja untuk mewujudkan perdamaian dengan cara melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Sembari melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat,

Anggota Niniseiki juga menggunakan kesempatan ini untuk mengenalkan Budaya Jepang melalui proker-proker yang ada. 

Selain Kodomo Shokudou, program Niniseiki ada beragam, seperti Ehon, dan Nihon Asobi. Berikut adalah beberapa proker yang kami lakukan di tahun 2024 kemarin. 

EHON KEBON NANAS

Pada 23 November 2024 lalu, kali ini mahasiswa Sastra Jepang UNPAD bekerjasama dengan mahasiswa Sastra Jepang Universitas Maranatha untuk membacakan buku bergambar (dalam bahasa Jepang disebut ehon) kepada anak-anak. Misi kami kali ini dilaksanakan di Jalan Kebon Nanas, Jakarta, yaitu secara khusus kepada warga yang berada di bawah naungan NGO (Non-Governmental Organization) bernama FAKTA. Kami membacakan sebanyak 4 buku anak-anak Jepang yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, yang diantaranya berjudul Keseharian Keluarga Hantu, 11 Ekor Kucing dan Babi, Pertama Kalinya Berbelanja, serta Guri dan Gura. Anak-anak terlihat begitu antusias mendengarkan cerita yang kami bacakan, bahkan ada yang tertarik untuk membacanya sendiri. Tidak hanya mendengarkan cerita, kegiatan ehon juga membiarkan anak-anak untuk mengajukan pertanyaan terkait cerita dan gambar-gambar yang terdapat di buku. Proses tersebut sangat baik bagi perkembangan anak dan dapat memancing rasa keingintahuan anak-anak terhadap dunia luar. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab mengenai isi buku dan hal-hal seputar budaya Jepang. Anak-anak yang berani untuk berbicara ke depan dan mengemukakan pendapatnya mendapatkan hadiah berupa tas rajutan yang dibuat oleh siswa SMP Muraoka di Kanagawa, Jepang. Kegiatan diakhiri dengan pembagian hekimen (seni menempel kertas berwarna menjadi berbagai bentuk) sebagai tanda kenang-kenangan serta pemberian ehon yang telah dibacakan. 

KODSHOK X NIHON ASOBI BUNKASAI

Pada 4 dan 5 Oktober 2024 lalu, UNPAD menjadi tuan rumah dari acara Pekan Budaya & Bahasa Jepang Jawa Barat 2024 (Bunkasai). Di sana, Niniseiki juga mempunyai kesempatan untuk mengadakan proker Nihon Asobi dan Kodomo Shokudou, di mana Kodomo Shokudou kali ini merupakan kolaborasi antara 5 universitas di bandung, yaitu UNPAD, Universitas Widyatama, STBA, UPI, dan UNIKOM. 

Nihon” mempunyai arti “Jepang, sedangkan “asobi” menpunyai arti “permainan”. Nihon Asobi merupakan proker di mana para anggota Niniseiki memperkenalkan budaya Jepang lewat permainan-permainan tradisional Jepang. Permainan yang ada pada Bunkasai tahun 2024, antara lain, mengambil ikan mas (kingyou sukui), permainan kartu bergambar (karuta), game menembak (shateki), whack a mole (ningen mogura tataki), suit dengan palu mainan dan helm (tataite, kabutte, jankenpon), dan melempar telur ke dalam gelas (tamago tosu).

Di Kodomo Shokudou kami mengundang anak-anak dari SDN Sayang, dan menghidangkan Kari Ayam Jepang (chikin karē) dan es serut ala Jepang (kakigōri) yang dibuat menggunakan mesin penyerut es yang dikirim oleh Bapak Minoru Wagai dari Jepang. Namun, sebelum makanan dihidangkan, anak-anak sd tersebut diperkenalkan sekaligus dihibur dengan mainan-mainan Nihon Asobi, dan juga bermain seni lipat kertas Jepang (origami). 

KODSHOK X EHON CIBUNUT

Pada 18 Agustus 2024, anggota Niniseiki berkolaborasi dengan Universitas Widyatama dan mengunjungi sebuah tempat pengajian di Cibunut, sebuah desa di kecamatan Argapura, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Di sana, Niniseiki dan pihak Universitas Widyatama mengadakan proker Kodomo Shokudou dan Ehon

Dalam kesempatan kali ini juga Bapak Minoru Wagai mengundang dua Siswi SMP dari Jepang. Hiori dan Chihiro, untuk melihat secara langsung cara kerja proyek Niniseiki yang ada di bawah Yayasan Shounan Asia. Selain melihat proker Niniseiki, dua Siswi SMP tersebut juga membuka peluang untuk para anak-anak dari pengajian untuk melakukan pertukaran budaya dengan cara membuka sesi pertanyaan kepada Hiori-san dan Chihiro-san dan mendengar jawaban langsung dari mereka. Sesi ini dilakukan dengan adanya interpreter dari UNPAD agar komunikasi antara anak-anak dengan Hiori-san  dan Chihiro-san  berjalan dengan lancar.

Niniseiki juga mengadakan sesi presentasi tentang budaya jepang, terutama presentasi tentang budaya anak-anak di Jepang. Salah satu materi yang diberikan adalah hajimete no otsukai (anak-anak melakukan tugas suruhan pertama dari orang tua mereka.)

Sebagai pemeriah kegiatan, Niniseiki juga mengadakan mini games yang berhubungan dengan ehon dan budaya Jepang yang telah dipelajari. Anak-anak yang dengan berani menjawab pertanyaan yang diberikan mendapatkan hadiah spesial yang sudah disiapkan sebelumnya. Salah satunya adalah tas rajutan yang dibuat sendiri oleh siswa-siswi dari SMP Muraoka di Jepang.

Setelah sesi ehon berakhir, Niniseiki pun memberikan makan siang kepada anak-anak di tempat pengajian ini. Pada Kodomo Shokudou kali ini, hidangan yang diberikan kepada anak-anak adalah kurīmu shichū, yaitu sup sayur dan daging ala jepang yang dibuat menggunakan susu dan mentega untuk menambah rasa dan kekentalan pada supnya. Meskipun anak-anak yang berpartisipasi mungkin tidak familiar dengan rasa makanan Jepang, mereka tetap memakan dengan lahap dan bahkan meminta tambah porsi makan. 

Kegiatan yang telah kami lakukan sejauh ini memberikan pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga bagi kami. Bimbingan dari Ibu Puspa juga telah membantu kami, dan kami harap semoga di kegiatan kedepannya juga akan ada dosen untuk membimbing kami saat melaksanakan kegiatan Niniseiki. Aktivitas positif ini membangkitkan semangat kami dalam mengoptimalkan kemampuan berbahasa Jepang, juga dalam berorganisasi. Dengan begitu, kami juga berharap anak-anak yang mengikuti kegiatan merasakan hal yang sama. Kami berharap kerjasama dengan mitra Jepang dan kolaborasi dengan jurusan Sastra Jepang di universitas lain di Bandung dapat tetap terjalin dengan baik. Karena misi kami tidak akan berhenti di sini, program kerja Niniseiki tahun 2025 akan dilaksanakan kembali dalam acara Bunkasai (Pekan Budaya dan Sastra Jawa Barat) Sastra Jepang Unpad Ke-50 pada bulan Juni, juga Heiwa Forum Ke-3 (Forum Perdamaian) pada bulan Juli. Kami akan selalu berusaha untuk menyebarkan kebaikan dan perdamaian lebih luas lagi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*