Di dunia perkuliahan, banyak ilmu dan pengalaman yang bisa minasan dapatkan dari banyak sumber. Ilmu dan pengalaman ini tidak hanya berasal dari pengajaran di dalam kelas, lho! Organisasi dan komunitas di lingkup kampus dan luar kampus, studi independen, sampai magang di banyak perusahaan bisa minasan coba agar kehidupan kampus minasan lebih bermanfaat. Saat ini, sudah banyak lembaga pendidikan dan perusahaan baik di dalam maupun luar negeri yang bekerja sama dengan prodi Sastra Jepang UNPAD. Lembaga dan perusahaan ini bisa menjadi salah satu pintu minasan untuk berangkat ke Jepang.
Salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan prodi adalah Orix Hotel Management yang bergerak di bidang perhotelan. Dengan motto “a location to which customers wish to return” atau “tempat di mana pengunjung berharap untuk datang kembali”, Orix Hotel Management mengoperasikan banyak hotel, resort, serta penginapan bergaya Jepang atau ryokan yang tersebar di seluruh Jepang, di antaranya Hanaori di Kota Hakone, Prefektur Kanagawa, Yamanoha di Toyama, dan masih banyak lagi. Di Orix, minasan bisa mendapat pengalaman lewat internship atau magang di Jepang selama kurang lebih satu tahun.
Kurobe Unazukionsen Yamanoha, Toyama (sumber: Tripadvisor)
Dimulai pada tahun 2023, Sastra Jepang UNPAD mengirimkan 13 orang mahasiswa dari angkatan 2020 dan 2021 untuk menjalani internship di Orix. Setelah setahun berlalu, apa saja pengalaman yang sudah didapat oleh para mahasiswa yang telah melalui masa-masa internship? Untuk mengetahui lebih jauh, tim kami mewawancarai 5 orang mahasiswa yang baru kembali dari internship Orix, yakni Amel-san, Vilda-san, dan Dena-san dari angkatan 2020, serta Faizi-san dan Clairine-san dari angkatan 2021.
Dena-san dan Amel-san, mahasiswa Sastra Jepang angkatan 2020
yang telah mengikuti program magang Orix
Sebagai intern yang bekerja di hotel, ada banyak posisi yang bisa minasan kerjakan, lho! Seperti kitchen atau chouriba, restoran, guestroom atau kyakushitsu, sampai resepsionis. Setiap posisi ini memiliki jam kerja yang kurang lebih sama dan terbagi menjadi dua shift. Shift pagi dimulai pada pukul 06.00 dan berakhir pukul 10.00, sedangkan shift malam dimulai pukul 16.00 dan berakhir pukul 21.30. Dalam sebulan, minasan bisa memilih beberapa hari yang minasan inginkan untuk cuti.
Selama magang, banyak pengalaman berkesan yang didapat, baik saat bekerja ataupun di luar jam kerja. Salah satunya adalah apresiasi yang didapat dari tamu. Amel-san dan Clairine-san menyebut bahwa dipuji oleh tamu selama bekerja di bagian live cooking merupakan salah satu pengalaman yang paling berkesan selama bekerja. Bahkan, Amel-san pernah disebut sebagai ace-nya omelet di Yamanoha, lho!
Di luar pekerjaan, minasan juga bisa menggunakan kesempatan magang ini untuk meng-explore atau jalan-jalan di Jepang. Clairine-san mengatakan bahwa selama di Jepang, ia berkesempatan untuk jalan-jalan ke banyak tempat di berbagai kota dan prefektur. Beberapa contohnya yaitu Osaka, Kyoto, Tokyo, dan Nagoya.
Selain destinasi yang jauh, di sekitar hotel atau apaato tempat tinggal juga tidak kalah menarik. Resort dan hotel yang letaknya cukup jauh dari pusat perkotaan membuat wilayah di sekitarnya masih sejuk dan asri. Banyak hidden gem yang bisa minasan temukan untuk healing sesaat dari kesibukan bekerja, dan tempat-tempat ini bisa dijangkau cukup dengan berjalan kaki. Amel-san menunjukkan tempat yang cukup menarik, yaitu jembatan di dekat jalur kereta sightseeing yang pemandangannya dihiasi pohon-pohon hijau dan sungai yang memanjang di dekat apaato-nya. Menarik, bukan? Kalau minasan punya passion di bidang foto atau videografi, kehidupan di Jepang pastinya bisa jadi objek yang menarik!
Selain jalan-jalan untuk melihat tempat wisata atau pusat perbelanjaan, minasan juga bisa mencoba hal-hal di luar kebiasaan seperti menginap di net cafe, mencoba tempat makan baru di sekitar kota, atau bahkan pergi ke konser idola! Wah, rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan, ya!
Hanya sekadar menghabiskan hari libur dengan menonton, mencuci, atau memasak di apaato juga jadi alternatif yang cukup menenangkan hati. Selain bisa menabung sisa gaji untuk jalan-jalan di waktu lain, minasan juga bisa sambil menghubungi keluarga atau teman-teman di tanah air untuk mengobati rasa kangen selama magang.
Magang di bidang pelayanan hotel mungkin terkesan cukup jauh dari lingkup belajar minasan selama menjadi mahasiswa sastra Jepang, yang biasanya berfokus pada seputar bahasa Jepang. Apalagi, minasan berkesempatan untuk langsung magang di Jepang. Meskipun pasti dilanda homesick atau merasa kurang betah karena belum terbiasa, inilah salah satu usaha yang bisa memperluas jangkauan minasan, baik itu dalam hal memperoleh koneksi juga memperoleh pengalaman kerja di bidang yang berbeda dari fokus studi di kampus.
Selain itu, komunikasi selama magang di Jepang bisa meningkatkan kemampuan bahasa Jepang minasan secara drastis. Amel-san bilang, meskipun minasan belum menguasai bahasa Jepang setingkat N3 atau N2 dengan sempurna, minasan tidak perlu takut asalkan mau berbicara dan berkomunikasi. Dena-san juga mengungkapkan sangat terbantu oleh pengalaman magang selama di Jepang, karena kemampuan kaiwa-nya cukup meningkat.
Sebagai pendatang, minasan tidak perlu takut terhadap respon orang-orang Jepang saat berkomunikasi. Seiring berkembangnya jalan, banyak pekerja dari Indonesia maupun negara-negara Asia Tenggara lain yang berdatangan ke Jepang, sehingga orang-orang Jepang sekarang mulai terbuka pada gaikokujin. Kesempatan ini bisa minasan gunakan juga untuk bertukar informasi tentang budaya dari negara masing-masing. Dengan bahasa yang sederhana pun, minasan bisa bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan soal budaya dan kebiasaan masing-masing, bahkan bisa memperoleh teman baru selama di tempat kerja.
Pesan dari teman-teman mahasiswa, selaku intern Orix angkatan pertama dari Sastra Jepang UNPAD yang telah kami wawancarai adalah: jangan takut mencoba! Kesempatan dalam hidup hanya datang sesekali. Daripada menyesal tidak coba-coba dulu, lebih baik minasan memberanikan diri untuk mengambil kesempatan itu. Meskipun gagal, masih banyak kesempatan yang akan datang di masa depan, dan minasan bisa lebih tau sejauh mana kemampuan yang telah minasan kuasai selama ini untuk tetap memperbaiki diri sampai kesempatan selanjutnya menghampiri.
Pesan yang lain adalah jangan takut untuk membuat kesalahan. Sebagai intern yang mungkin baru pertama kali terjun langsung ke lapangan kerja, terutama di bidang yang masih asing, tidak ada salahnya berbuat salah. Jadikan teguran dari atasan ataupun staf lain sebagai motivasi untuk melanjutkan pekerjaan dengan lebih baik, dan jangan terlalu dimasukkan ke hati secara personal.
Bagaimana, minasan? Tertarik untuk mengikuti magang Orix selanjutnya? Tunggu terus pengumuman soal kesempatan magang di media sosial Prodi Sastra Jepang Unpad, ya! (M&D Prodi, 2024)
Leave a Reply